Pelaku Jambret Di Pupuan & Di Penebel Berhasil Dibekuk “Pelakunya diancam Hukuman Penjara 9 Tahun”

Pelaku Jambret Di Pupuan & Di Penebel Berhasil Dibekuk “Pelakunya diancam Hukuman Penjara 9 Tahun”

Polda Bali – Polres Tabanan – Humas, Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Tabanan bersama dengan Unit Reskrim Polsek Pupuan, pada hari Minggu tanggal 26 Juni 2022 sekira pukul 10.00 wita, berhasil membekuk Pelaku Jamret (Pencurian dengan kekerasan) lintas Kabupaten, yang sebelumnya bersembunyi di kebun milik warga, saat ini pelaku yang bernama Kadek Agus Hermanjaya, 36 tahun, laki, swasta, Hindu, alamat Banjar Dinas Bajanan, Desa Bubunan, Kec. Seririt, Kab. Buleleng, ditahan di Rutan Polsek Pupuan Polres Tabanan kasusnya dalam proses Penyidikan.

Keberhasilan dalam Pengungkapan Kasus Jambret ini di rilis langsung oleh Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H., hari Senin 4 Juli 2022 pukul 09.00 Wita, diliput oleh rekan wartawan Media Cetak, Media Elehtronik dan Wartawan Media On line kegiatan berlangsung di lobi depan Polres Tabanan.

Kapolres Tabanan didampingi Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Aji Yoga Sekar, S.I.K., Kaposek Pupuan AKP Made Budiarta, S.H., dan Kasi Humas Iptu I Nyoman Subagia, S.sos dalam keterangannya menyampaikan bahwa “pelaku Kasus Jamret yang sempat meresahkan sudah berhasil ditangkap, dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh Penyidik terungkap bahwa “terduga Pelaku (Kadek Agus Hermanjaya) mengakui telah melakukan Penjambretan di Wilayah Kecamatan Pupuan 2 kali dan di Kec. Penebel 1 kali, bahkan juga mengaku melakukan hal yang sama di Kec. Sukasada Singaraja, di Busungbiu Titab Singaraja dan di Kec. Grokgak Singaraja, ungkap Kapolres.

Adapun kronologis singkat kejadiannya sebagai berikut :

  1. kejadian TKP di wilayah Pupuan (15 April 2022)
    Pada hari Jumat tanggal 15 April 2022 sekira pukul 10.50 wita, Korban berangkat dari rumahnya dibonceng oleh suaminya (saksi) dan anaknya dengan sepeda motor hendak ke Pasar Pupuan untuk membeli makan, sesampainya di kolam renang Nanda 2 yang berlokasi di jalan raya umum Pupuan – Antosari, termasuk Banjar Dinas Kubu, Desa Pupuan, Kec. Pupuan, Korban di pepet oleh seseorang yang mengendarai sepeda motor Scoopy warna hitam merah tanpa plat nomor memakai baju hitam, helm hitam doff, sejurus kemudian dengan cepat pelaku menarik kalung korban sampai putus, Korban terkejut dan berteriak “Jambreettt”, saksi bersama Korban mencoba melakukan pengejaran sampai di wilayah Banjar Dinas Semoja, Desa Pupuan, Kec. Pupuan, namun pelaku yang mengarah Singaraja tidak dapat dikejar, atas kejadian tersebut Korban kehilangan barangnya seuntai kalung emas motif ilut dengan mainan liontin yang berat keseluruhan KL 7 gram dengan tafsiran kerugian KL Rp. 4.000.000.00 (empat juta rupiah), selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Pupuan.
  2. Kejadian TKP di wilayah Penebel (16 Juni 2022)
    hari Kamis tanggal 16 Juni 2022 sekira jam 09.30 Wita korban sendirian berangkat dari rumahnya dengan tujuan pergi ke Tabanan mengendarai SPM Honda Scopy DK 6341 GAR, sesampainya di Pasar Senganan tepatnya di sebuah Bengkel sempat berhenti untuk memperbaiki rem sepeda motornya, sesudah selesai selanjutnya meneruskan perjalanan dan sesampainya di Banjar Bolangan tepatnya di sebelah selatan Sekolah Dasar (SD) Babahan langsung dipepet oleh seseorang yang tidak dikenal menggunakan sepeda motor honda Scopy Warna Abu- Abu , plat motor tidak diketahui. Ciri – ciri orang tersebut muka bulat , tidak berkumis, rambut pendek, tidak memakai masker dan helm, memakai jaket warna abu abu hitam, celana panjang jeans, mata agak melotot , langsung menarik kalung emas yang dipakai korban sampai putus. Setelah itu korban agak oleng dan orang yang menjambret tersebut langsung kabur ke arah selatan . akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 5.800.000 (limajuta delapan ratus ribu rupiah)
  3. Kejadian TKP di wilayah Pupuan
    Pada hari Minggu tanggal 26 Juni 2022 sekira pukul 09.00 wita, Korban Ni Nyoman Bidani dengan menggunakan sepeda motor honda Vario Hitam Nopol DK 7837 HG pergi ke Pasar Pupuan membeli bumbu dapur, setelah selesai membeli bumbu dapur korban kembali pulang ke Desa Pujungan, dalam perjalanan tepatnya di jalan raya Pupuan di Banjar Dinas Pupuan, Desa Pupuan, Kec. Pupuan, Kab. Tabanan tiba-tiba kalung korban ditarik oleh seseorang dari belakang yang mengendarai motor Honda Scoopy warna hitam strip putih merah Nopol DK 4112 ACR dan korban sempat mempertahankan kalung tersebut dengan cara menarik jaket yang dipaki terlapor sehingga korban dan terlapor terjatuh ke jalan, kemudian ada saksi yang melihat peristiwa tersebut berhenti untuk membantu dengan menendang Pelaku sehingga terjatuh ke kebun, setelah itu Pelaku lari. akibat peristiwa tersebut korban mengalami kehilangan kalung emas seberat 30 gram dengan kerugian Rp 24.000.000,- (dua puluh empat juta rupiah) dan mengalami luku-luka pada bagian siku kanan, ibu jari kanan kiri, lengan kiri, lutut kaki kiri.

Adapun kronologi Pengungkapan
Berawal Petugas mendapat laporan dari masyarakat, selanjutnya unit Reskrim Polsek Pupuan bersama Unit Reskrim Polres Tabanan melakukan penyelidikan dengan menyisir sekitar lokasi tempat jatuhnya pelaku di kebun warga. Setelah melakukan penyisiran kurang lebih 1 jam. Team berhasil menemukan pelaku sedang bersembunyi di kebun milik warga di Banjar Dinas Pupuan, Desa Pupuan, Kec. Pupuan, Kab. Tabanan berjarak kurang lebih 300 meter dari TKP (Tempat Kejadian), selanjutnya pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Pupuan untuk diinterogasi, dari hasil Introgasi awal terduga mengakui yang melakukan penjambretan pada Korban, lebih lanjut juga mengaku melakukan hal yang sama pada tanggal 15 April 2022, bahkan mengakui menjambet di Penebel pada hari Kamis 16 Juni 2022, pelaku mengakui Residivis curas pada tahun 2018 TKP di Gianyar, pernah melakukan penjambretan di wilayah Grokgak Singaraja 1 kali, di Busungbiu 1 kali, Panji 1 kali,

Barang Bukti yang berhasil diamankan : 1 unit Sepeda Motor Honda Scoopy warna hitam strip putih Merah dengan Nopol DK 4112 ACR, 1 buah jaket hoodie abu-abu, 1 buah baju kaos hitam pendek gambar bendera inggris, 1 buah celana pendek merah under armor, 1 buah HP Samsung A33, 1 buah tas pinggang merk Fitletic, 1 untai kalung emas berat 30 gram beserta liontin, 1 buah baju putih oblong dan 1 buah celana strait jeans,

Pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat (1) KUHP tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun, saat ini Kasusnya dalam proses Penyidikan, terduga ditahan di Rutan Polsek Pupuan Polres Tabanan.

Diakhir keterangannya Kapolres Tabanan mengingatkan dan menghimbau terutama kepada ibu –ibu, agar tidak menggunakan perhiasan emas yang berlebihan disaat pergi ke Pasar, terlebih naik kendaraan sendirian “mari kita semua peduli terhadap keselamatan diri sendiri, karena menggunakan perhiasan emas yang berlebihan di tempat umum sangat rawan dapat mengundang niat bagi pelaku kejahatan, sehingga terjadi tindak pidana khususnya pencurian dengan kekerasan / Jambret ” Tutup Kapolres Tabanan.